Kendal  

Hindari Euforia Berlebihan, Pengumuman Kelulusan SMP di Kendal Dilakukan Sore Hari

9 Siswa Tak Lulus

Kepala Disdikbud Kendal, Ferinando Rad Bonay (kiri). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Untuk menghindari aksi konvoi kendaraan maupun arak-arakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kendal memilih menyampaikan hasil kelulusan secara daring. Pengumuman kelulusan siswa siswi SMP di Kabupaten Kendal dilakukan Senin (2/6/25).

“Meski diumumkan serentak, pengumuman kelulusan dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Ferinando Rad Bonay.

Menurut Ferinando, kebijakan pengumuman secara online di sore hari dilakukan untuk mencegah euforia berlebihan dari para siswa yang biasanya berujung pada aksi coret-coret seragam hingga konvoi di jalanan.

“Teknis penyampaian kelulusan tahun ini beragam di tiap sekolah. Ada yang menyampaikan hasil kelulusan secara online sehingga siswa tidak perlu datang ke sekolah. Namun, ada pula yang tetap menggelar pertemuan langsung dengan pendampingan dari orang tua dan pihak sekolah,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa tahun ini terdapat 113 sekolah negeri dan swasta di Kendal yang menggelar kelulusan dengan total peserta mencapai 12.183 siswa.

Kendati demikian, tidak semua siswa dinyatakan lulus. Tercatat ada 9 siswa yang tidak lulus karena tidak memenuhi syarat, seperti tidak mengikuti ujian, tidak pernah masuk sekolah hingga melakukan pelanggaran berat terhadap aturan sekolah.