Koperasi Desa Mulai Dibentuk, Pemkab Kudus Siapkan Bimtek untuk Pengurus

Kepala Bidang Koperasi Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus, Faiz Anwari. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Setelah seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Kota melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), berbagai evaluasi mulai dilakukan. Salah satu perhatian utama datang dari sektor koperasi yang kini mulai dibentuk dan direncanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Namun, dalam pelaksanaannya, sejumlah pengurus koperasi diketahui masih belum sepenuhnya memahami sistem dan pengelolaan koperasi secara menyeluruh. Hal ini disampaikan langsung oleh Camat Kota, Andreas Wahyu Adi Setiawan.

“Kami melihat ada antusiasme tinggi dari desa-desa untuk membentuk koperasi. Namun di sisi lain, pengurusnya masih membutuhkan penguatan kapasitas dan pemahaman teknis,” ujarnya.

Camat Kota, Andreas Wahyu Adi Setiawan. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Andreas menekankan pentingnya pendampingan langsung dari dinas teknis agar koperasi desa dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan, pengurus dan pengawas koperasi direncanakan untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) setelah pembentukan formal koperasi selesai.

“Jangan sampai koperasi hanya formalitas belaka. Kita butuh koperasi yang aktif, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Koperasi Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus, Faiz Anwari mengonfirmasi. Pihaknya telah merencanakan program fasilitasi pelatihan dan bimbingan teknis bagi para pengurus koperasi.

“Sudah kami usulkan dalam perubahan anggaran tahun 2025. Akan ada sosialisasi sebanyak tiga angkatan yang ditujukan khusus untuk para pengurus dan pelatihan atau bimbingan teknis sebanyak sebelas angkatan yang masing-masing terdiri dari dua pengurus dan satu pengawas koperasi,” jelasnya. (uma/fat)