Siap Dorong Kualitas dan Pasar Ekspor
Ketua BUMDes Mukti Makmur, Suroso, menyambut positif kunjungan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa produksi alpukat di Desa Peron mencapai 3.000 ton per tahun, sementara gula aren bisa mencapai 3 ton per hari.
Namun, tantangan terbesar saat ini adalah akses pasar dan peningkatan mutu produk.
“Kehadiran The Zayed Foundation membuka harapan besar bagi kami. Pendampingan dari mereka sangat kami butuhkan, khususnya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar internasional,” ujar Suroso.
Delegasi Abu Dhabi juga berdialog langsung dengan para petani untuk memahami tantangan lapangan, termasuk kendala produksi dan pengelolaan.
Mereka berjanji akan menggelar sejumlah pelatihan teknis dan manajerial guna memperkuat kapasitas petani lokal.
Berkat Hubungan Dekat dengan Jokowi
Suroso tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang telah membuka jalur komunikasi dengan The Zayed Foundation.
Jokowi diketahui dua kali mengunjungi Peron pada akhir 2024 dan awal 2025, untuk meninjau langsung pengembangan alpukat dan gula aren di desa tersebut.
“Tanpa dukungan dan perhatian Bapak Jokowi, kami yakin hubungan ini tidak akan terjalin. Beliau bahkan turun langsung ke kebun alpukat dan melihat sendiri proses pembuatan gula aren di sini,” tambah Suroso.
Kunjungan ke Peron ini menjadi bagian dari agenda lebih luas The Zayed Foundation di Indonesia.
Usai dari Kendal, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Desa Tlahab, Kledung, Temanggung, untuk meninjau budidaya kopi Posong yang juga menjadi perhatian Jokowi dalam kunjungan sebelumnya.(ags)










