Kiai NU Diusir dari Panggung Kutoarjo Bersholawat, Masyarakat Tuntut Oknum Habib Minta Maaf

Para pengurus PWI-LS Kabupaten Purworejo usai merilis video tuntutan permintaan maaf dari oknum habib yanh diduga mengusir Kiai Zaenal dari panggung Kutoarjo Bersholawat. (DOK.PWI-LS/JOGLO JATENG)

Lanjutnya, PWI LS Kabupaten Purworejo tidak menginginkan terjadinya pengerahan massa. Mereka menginginkan proses mediasi sebelum waktu yang ditetapkan yaitu 3×24 jam sejak ditandatangani surat pernyataan pada 9 Juli 2025.

“Tuntutan PWI LS Kabupaten Purworejo adalah adanya mediasi dengan PWI LS dan elemen masyarakat yang terlibat, dalam hal ini PWI LS dan Laskar Langit yang sudah membuat pernyataan sikap dan tuntutan. Oknum yang bersangkutan harus meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya secara tertulis dan visual, mengingat kejadian tersebut terjadi di tempat umum dan disaksikan ribuan hadirin,” tegas Oqi.

Masalah ini, tegas Oqi, bukan lagi masalah pribadi KH Zaenal, tapi lebih pada elemen masyarakat yang tidak terima dengan aksi yang tidak bermoral tersebut.

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, akan ada aksi demo ke Polres, agar polisi memproses secara hukum. Mungkin juga akan terjadi pengerahan massa Perjuangan Wali Songo Indonesia, karena sudah ada intruksi pengawalan kasus ini dari PWI LS Jawa Tengah,” katanya.

Mengenai akar permasalahan antara oknum habib dengan Kiai Zaenal, Haji Oqi pun tak menampiknya. “Mungkin ada kaitannya, karena ada salah satu putra KH Zaenal yang menikahi salah satu marga yang mengaku keturunan nabi,” katanya menduga.

Yang lebih membuat meradang masyarakat, ada kata-kata dari oknum habib yang kurang lebihnya berujar, apabila Mbah Kiai Zen tidak turun dari panggung, maka habib-habib yang akan turun. Kemudian, tanpa diminta kali kedua, Mbah Kiai Zen turun dari panggung Kutoarjo Bersholawat. (mrn/rds).