Pemkab Purworejo Alokasikan Rp 100 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi saat memberikan keterangan terkait infrastruktur daerah, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Luas wilayah Kabupaten Purworejo yang mencapai lebih dari 1.000 kilometer persegi membutuhkan biaya tak sedikit untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak.

Tak serta merta, jalan kabupaten yang rusak lantas bisa langsung diperbaiki, sehingga Pemkab melakukan perbaikan secara bertahap.

Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi menegaskan komitmen Pemkab dalam menanggapi banyaknya keluhan warga atas kondisi jalan yang masih rusak di berbagai wilayahnya.

Dion menegaskan, perbaikan jalan terus dilakukan secara bertahap dengan dukungan peningkatan anggaran infrastruktur yang signifikan.

“Perbaikan jalan tentu dilakukan secara bertahap. Tidak mungkin seluruh wilayah bisa diperbaiki dalam satu tahun,” terangnya saat ditemui usai kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Joglo Balai Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Rabu (10/6/2026).

Karena itu, lanjut Dion, untuk mengejar target 80 persen kondisi jalan dalam keadaan baik, maka anggaran infrastruktur harus ditingkatkan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa peningkatan anggaran infrastruktur telah mulai diwujudkan pada APBD Tahun 2026. Pemkab Purworejo mengalokasikan sekitar Rp 100 miliar untuk program jalan dan jembatan, baik untuk peningkatan maupun pemeliharaan.

Menurutnya, angka tersebut merupakan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2026 ini sudah ada peningkatan yang cukup signifikan. Totalnya kurang lebih Rp 100 miliar untuk program jalan dan jembatan. Ini menjadi langkah awal untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang ada,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkab Purworejo juga tengah menyiapkan langkah yang lebih besar pada APBD Tahun 2027. Dalam perencanaan awal, porsi anggaran infrastruktur ditargetkan mencapai 40 persen dari total APBD Kabupaten Purworejo yang nilainya sekitar Rp 2,5 triliun.

“Jika target tersebut dapat diwujudkan hingga tahap pengesahan APBD, maka anggaran infrastruktur diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan porsi anggaran tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 20 persen,” tuturnya.