PURWOREJO, Joglo Jateng – Hingga saat ini belum ada sekolah di Kabupaten Purworejo, baik negeri maupun swasta yang memiliki program Kelas Khusus Olahraga (KKO).
Kelas tersebut difungsikan untuk memberikan ruang bagi atlet dalam mengembangkan prestasi, sekaligus menjalani pendidikan formal secara optimal.
Melihat kondisi itu, para orang tua atlet berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo membentuk KKO di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
Salah satu orang tua atlet, Wardoyo mengatakan, atlet pelajar kerap menghadapi berbagai kendala. Utamanya dalam menyeimbangkan kewajiban akademik dengan jadwal latihan maupun keikutsertaan dalam kejuaraan.
Tidak jarang mereka harus meminta izin sekolah untuk mengikuti pemusatan latihan atau pertandingan. Sementara di sisi lain, tuntutan akademik tetap harus dipenuhi.
“Anak-anak yang serius menekuni olahraga membutuhkan dukungan sistem pendidikan yang memahami kebutuhan mereka,” ujarnya.
“Saat ini mereka harus berjuang sendiri membagi waktu antara sekolah dan latihan,” tambah Wardoyo selaku orang tua dari atlet sepeda balap tersebut, Minggu (7/6/2026).
Dalam berbagai diskusi para orang tua atlet, muncul keinginan agar Kabupaten Purworejo memiliki sekolah dengan program KKO. Program ini seperti yang telah sukses diterapkan pada sejumlah daerah lain.
Keberadaan KKO dinilai dapat menjadi solusi bagi atlet pelajar agar pembinaan prestasi dan pendidikan berjalan beriringan.
“Ketiadaan program KKO di Kabupaten Purworejo juga membuat sebagian orang tua atlet pelajar mulai mempertimbangkan untuk menyekolahkan anak mereka di luar kabupaten,” paparnya.
Daerah-daerah yang telah memiliki KKO dianggap lebih mampu mengakomodasi kebutuhan atlet. Yakni dalam menjalani pendidikan sekaligus pembinaan olahraga.
Diakuinya, pilihan menyekolahkan anak ke luar daerah juga tidak mudah.










