Figur  

Sempat Jadi Si Introvert, Begini Kisah Inspiratif Vanesa Jadi Lulusan Terbaik Kebidanan UMKU

Vanesa Putri Adilia, lulusan terbaik S-1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Perjalanan akademik yang penuh perjuangan mengantarkan Vanesa Putri Adilia (22) menjadi lulusan terbaik Program Studi S-1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Mahasiswi asal Prambatan Kidul itu berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu 3,5 tahun sekaligus menorehkan berbagai prestasi selama masa perkuliahan.

Rasa syukur dan kebahagiaan masih menyelimuti Vanesa usai mengikuti prosesi wisuda. Baginya, pencapaian tersebut bukan semata hasil kerja keras pribadi, melainkan buah dari dukungan keluarga, dosen, dan teman-teman yang selalu mendampingi setiap langkah perjuangannya.

“Rasanya senang sekali, alhamdulillah. Terima kasih kepada keluarga, dosen, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan,” ujarnya.

“Selama kuliah di UMKU saya belajar banyak hal dan bisa mengembangkan potensi diri hingga berada di titik ini,” tambahnya.

Selama menempuh pendidikan, Vanesa tidak hanya berfokus pada akademik. Ia juga aktif berorganisasi untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan keterampilan sosial.

Salah satu pengalaman berharga yang dijalaninya adalah menjadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Kebidanan. Menurutnya, organisasi menjadi ruang belajar yang efektif untuk melatih tanggung jawab, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dengan banyak orang.

“Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama aktif di organisasi. Saya belajar bertanggung jawab, berkomunikasi dengan banyak orang, dan mengembangkan kemampuan yang sebelumnya tidak saya sadari,” katanya.

Perjalanan kuliahnya tentu tidak selalu berjalan mulus. Vanesa mengaku memiliki banyak kenangan suka dan duka bersama teman-teman seangkatan.

Kebersamaan dan saling mendukung menjadi bagian yang paling berkesan selama menjadi mahasiswa.

“Momen yang paling saya suka selama kuliah adalah memiliki teman-teman yang baik dan saling mendukung. Kalau dukanya tentu saat harus mengejar deadline tugas yang cukup padat,” ungkapnya.

Salah satu titik balik terbesar dalam hidup Vanesa terjadi ketika dirinya memperoleh beasiswa. Kesempatan tersebut membuka jalan baginya untuk berkembang lebih jauh dan berani keluar dari zona nyaman.