Figur  

Kisah Inspiratif Siti Khuzaymah, Sukses Pimpin SMK NU Lasem Sambil Majukan Petani Wanita di Rembang

Siti Khuzaymah, S.Pd., Kepala SMK NU Lasem dan Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Maharani Desa Ngemplak, Kabupaten Rembang. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Di tengah kesibukannya sebagai Kepala SMK NU Lasem, Siti Khuzaymah, S.Pd. tetap mampu menjalankan berbagai peran strategis di bidang pendidikan, organisasi, dan pemberdayaan masyarakat. Perempuan berusia 49 tahun asal Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang mengedepankan amanah, keteladanan, dan pengabdian.

Saat ini, selain menjabat sebagai Kepala SMK NU Lasem, Siti Khuzaymah juga aktif sebagai anggota LP Ma’arif Lasem, Ketua MGMP Akuntansi SMK Kabupaten Rembang periode 2023 hingga sekarang, serta Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Maharani Desa Ngemplak sejak tahun 2025.

Bagi Siti Khuzaymah, setiap jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Prinsip tersebut diwariskan oleh sang ayah yang menjadi sosok paling berpengaruh dalam perjalanan hidupnya. Nilai-nilai amanah, kerja keras, dan pengabdian menjadi landasan dalam setiap langkah yang ditempuhnya, baik sebagai pendidik maupun pemimpin masyarakat.

Di dunia pendidikan, ia memiliki komitmen kuat untuk membawa SMK NU Lasem menjadi sekolah yang terus berkembang dengan karakter sebagai fondasi utama. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam membentuk karakter peserta didik dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.

Ia menilai dunia kerja dan kehidupan saat ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat. Karena itu, sekolah tidak hanya bertugas menyiapkan peserta didik menjadi pekerja, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, berkolaborasi, berkomunikasi, serta memecahkan berbagai persoalan. Di tengah perubahan global yang terus berlangsung, kemampuan belajar sepanjang hayat menjadi keterampilan penting agar generasi muda mampu bertahan dan berkembang.

Selain membangun karakter, Siti Khuzaymah juga menanamkan semangat kewirausahaan kepada para peserta didik. Baginya, lulusan SMK harus mampu membaca peluang dan berani menciptakan peluang, sehingga tidak hanya bergantung pada dunia kerja formal. Melalui semangat tersebut, ia berharap lahir generasi yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya maupun orang lain.

Sebagai kepala sekolah sekaligus ibu dari dua anak, Siti Khuzaymah memahami tantangan dalam membagi waktu. Kesibukan di sekolah dan berbagai aktivitas organisasi menuntut ketepatan dalam mengambil keputusan, namun keluarga tetap menjadi prioritas yang harus dijaga.

“Saya harus bisa mengatur waktu antara kegiatan di sekolah, kegiatan di masyarakat, dan keluarga. Semua harus berjalan seimbang,” ungkapnya.

Di tengah berbagai aktivitas tersebut, ia tetap menyempatkan diri menyalurkan hobinya berkebun. Kegemaran itu kemudian berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Maharani Desa Ngemplak yang dipimpinnya.

Bersama para anggota KWT, ia berhasil mengembangkan komoditas unggulan berupa beras mentik susu yang memiliki permintaan pasar cukup tinggi. Namun hingga kini, produksi masih terkendala keterbatasan lahan sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar. Sebagai Ketua KWT Maharani, ia memiliki visi untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Meski memegang berbagai jabatan strategis, Siti Khuzaymah tetap dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan terbuka untuk terus belajar. Baginya, proses belajar tidak pernah berhenti dan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup.

Ia juga memiliki prinsip hidup yang kuat dalam menjalankan setiap langkah kehidupan. “Berusaha menjadi insan yang mau terus belajar, menjadi lebih baik dan berusaha memberikan manfaat,” pungkasnya. (uma/iza/rds)