Kendal  

Kendal Siap Mendunia! Jajaki Sister City dengan Kota di Jepang, Fokus Pertanian Organik dan Kopi

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat meninjau stok cadangan pangan di Gudang Bulog Sumberejo, beberapa waktu lalu. (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kendal tengah menjajaki peluang kerja sama kota kembar (sister city) dengan Sue Machi, sebuah kota kecil di Jepang. Rencana ini disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, usai meninjau stok cadangan pangan di Gudang Bulog Sumberejo, beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati Dyah, salah satu syarat utama dari kerja sama ini adalah pengembangan sektor pertanian organik, yang menjadi perhatian utama pihak Sue Machi.

“Saat ini, pertanian organik di Kendal masih terbatas. Oleh karena itu, kita perlu melakukan persiapan lebih lanjut agar bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Tika itu.

Selain pertanian organik, Sue Machi juga menunjukkan ketertarikan terhadap sejumlah potensi lain yang dimiliki Kabupaten Kendal. Di antaranya adalah sektor perikanan, khususnya budi daya udang vaname, serta produk kopi lokal Kendal.

“Kopi asli Kendal juga menjadi salah satu komoditas yang menarik perhatian mereka. Produk kopi kita melimpah dan punya kualitas yang baik sehingga ini bisa menjadi peluang besar,” lanjut Mbak Tika.

Bupati menambahkan, sebelum kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU), pihak Sue Machi dijadwalkan akan melakukan kunjungan langsung ke Kendal untuk melihat potensi yang ada secara lebih dekat.

Perlu Persiapan Matang

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menyebutkan bahwa peluang pasar untuk produk pertanian Kendal, termasuk kopi, cukup terbuka lebar. Namun demikian, ia menekankan perlunya persiapan dan penyesuaian terhadap standar pasar Jepang, yang dikenal memiliki budaya konsumsi sehat dan ketat dalam aspek kualitas produk.

“Beberapa tahun lalu, kopi Kendal sempat menempati peringkat kedua terbanyak di Jawa Tengah. Ini menunjukkan bahwa dari sisi kuantitas dan kualitas, kita sebenarnya sangat kompetitif,” jelas Pandu.

Untuk itu, Pandu menilai penting dilakukan edukasi dan pendampingan bagi para petani. Terutama dalam praktik pertanian organik dan peningkatan kualitas produk lainnya agar dapat memenuhi standar pasar internasional, khususnya Jepang. (ags/adf)