KUDUS, Joglo Jateng – Puluhan siswa tingkat SD/MI mengikuti Lomba dan Festival Berpikir Komputasional untuk Semua, di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (27/7). Gelaran ini dinilai menjadi ajang pembelajaran kreatif, serta sebagai permainan yang mengasah otak anak-anak dalam berpikir sistematis, logis dan terstruktur.
Melalui lomba yang diinisiasi Djarum Foundation ini, generasi muda dilatih memahami dasar-dasar ilmu teknologi. Termasuk robotika, coding dan kecerdasan buatan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sarana pembelajaran dan permainan yang mampu mengasah kemampuan berpikir anak. “Ini langkah konkret meningkatkan nilai Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan terus mendukung kegiatan semacam ini. Pihaknya mendorong, program ini mampu selaras dengan Kurikulum Merdeka.
“Sebagai upaya menyiapkan generasi yang tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Literasi digital dan pembelajaran yang efektif menjadi kunci agar anak-anak mampu menguasai IT, AI dan coding sejak dini,” imbuhnya.
Sedangkan, Pemkab Kudus terus mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan yang adaptif, berorientasi masa depan dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dipersiapkan sejak dini agar tumbuh sebagai pribadi yang tangguh, berdaya saing dan berwawasan digital.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Deyas Yani Rahmawan menyebutkan, kegiatan ini sebagai wujud nyata kolaborasi kreatif antara pemerintah, dunia pendidikan dan sektor swasta.
“Ini merupakan respons nyata terhadap tantangan zaman. Kegiatan ini membentuk anak-anak berpikir logis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan secara efisien. Saat ini, semua aspek kehidupan bersinggungan dengan teknologi dan data,” ungkapnya.(hms/sam)










