Senasib, seorang ibu juga mendampingi anaknya berinisial BR (10) melaporkan kehilangan HP di Polsek Loano. “Anak saya nonton barengan sama saya. Saat rebutan gunungan, dia maju, HP tidak saya minta. Saya kira aman-aman saja dulu-dulu juga tidak ada copet,” tutur Puji, ibu dari korban BR.
Sementara itu, BR yang terus menangis karena kehilangan HP menceritakan, dia sadar kehilangan ponselnya saat akan pulang. “Di tengah, mau rebutan sayuran, HP disaku celana, nggak sadar kalau hilang. Mau pulang baru sadar kalau hilang. Tadi HP saya ditelepon berdering, sekarang sudah mati,” ucapnya.
Aksi nekat copet itu juga menimpa seorang ibu berhijab yang enggan disebut namanya. Dia meletakkan HP di dalam tas selempang yang dibawanya. “Anak saya sempat melihat pelakunya, kaos merah, celana hitam robek-robek (ripped jeans) dan berambut gondrong,” terangnya.
Hingga kini, belum ada statement resmi dari panitia dan polisi terkait dengan kejadian tersebut. (mrn/sam)










