Kudus  

RS Aisyiyah Kudus Resmi Naik Kelas Jadi Tipe C

SIMBOLIS: Pemberian tumpeng oleh Ketua PDA Kudus kepada Direktur RS Aisyiyah Kudus sebagai wujdu syukur naik kelas, baru-baru ini. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Rumah Sakit Aisyiyah Kudus resmi naik kelas dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C pada tahun ini. Wujud syukur atas capaian ini dilakukan secara simbolis dengan potong tumpeng bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kudus saat momen Milad ke 49 RS Aisyiyah Kudus, baru-baru ini.

Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Kudus, dr. Indah Rosiana, menyebutkan, peningkatan ini menandai keseriusan manajemen dalam memperkuat mutu layanan, sarana prasarana, dan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“Kenaikan klasifikasi ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga kesiapan kami memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain itu, imbuh dia, perubahan status ini menjadi simbol komitmen rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih profesional, akuntabel, dan sesuai standar nasional.

Pihaknya berharap, dengan peningkatan tipe rumah sakit menjadi kelas C  bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan lebih meluas. Sehingga, pasien bisa tertangani dengan optimal.

Dalam momen itu, rumah sakit di bawah naungan Aisyiyah Group itu meluncurkan layanan baru. Yang pertama yaitu fasad atau bagian depan bangunan RSA sebagai wajah baru. Fasad yang masih dalam proses pembangunan ini dibuat representatif dengan mengikuti perkembangan zaman.

“Harapannya pegawai kita juga lebih semangat untuk melayani. Apalagi dengan wajah baru, uniform baru dan semangat baru, tentu pelayanannya akan lebih baik,” imbuhnya.

Layanan baru yang kedua adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), yaitu merupakan prosedur pemecahan batu ginjal tanpa operasi. Lalu ketiga, fakoemulsifikasi yang merupakan layanan prosedur bedah modern atau operasi katarak.

Sedangkan yang keempat adalah layanan audiometri untuk menentukan kemampuan pendengaran seseorang dan ekakardiografi atau USG jantung. Dan terakhir adalah peluncuran website RSA Kudus sebagai peningkatan layanan informasi baru untuk masyarakat.

“Untuk layanan audiometri dan ekokardiografi ini masih menunggu approve dari BPJS Kesehatan. Harapannya tahun ini bisa segera dimanfaatkan,” ungkapnya. (iza)