JEPARA, Joglo Jateng – Puluhan komunitas penggerak literasi di Jepara mendapat bimbingan teknis (bimtek) oleh Balai Bahasa Jawa Provinsi Jawa Tengah di Maribu Jepara, Selasa-Kamis (29-31/7). Bimtek ini menjadi ruang belajar sekaligus konsolidasi bagi komunitas literasi untuk memperkuat peran mereka dalam membumikan budaya baca di tengah masyarakat.
Koordinator Tim Kerja Literasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dian Respati Pranawengtyas menyampaikan, para peserta mendapatkan materi tentang manajemen komunitas literasi. Mulai dari cara menyusun profil komunitas, membuat proposal dan RAB, merancang program-program inovatif yang khas, hingga meningkatkan kemampuan public speaking agar mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah maupun masyarakat luas.
“Peserta juga dibekali cara menjaring jejaring atau koneksi untuk mendukung kelancaran program. Semua dipadukan dengan ciri khas Jepara, termasuk nilai-nilai lokal seperti ukiran,” ujar Dian pada Joglo Jateng, Kamis (31/7).
Tak hanya itu, para peserta diajak menyusun strategi agar generasi penerus di komunitas tetap terjaga, sehingga roda gerakan literasi di Jepara bisa terus berjalan. Kata Dian, saat ini, komunitas penggerak literasi di Jawa Tengah belum sepenuhnya terpetakan. Namun, diperkirakan ada sekitar 500 penggerak literasi yang tersebar di berbagai wilayah.
Kendala penggerak komunitas literasi, salah satunya adalah waktu. Sebagian besar anggota komunitas bisa menjalankan kegiatan literasi di sela-sela kesibukan pribadi, karena aktivitas ini tidak bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan utama.
“Anggota komunitas literasi ini bersifat relawan yang memang tidak dibayar dan sukarela. Dengan itu belum bisa bergerak secara maksimal, sehingga butuh bantuan para stakeholder untuk lebih peka terhadap komunitas literasi,” tambah Dian.










