Menurutnya, usaha produktif yang dikembangkan antara lain laundry, tata boga, menjahit dan lainnya. Ahmad Darodji menyatakan, usaha tersebut 90 persen telah berhasil.
“Untuk usaha produktif yang kita latih ada 16 ribu orang Se-Jawa Tengah. Program pelatihan meliputi 23 program, seperti bengkel, kuliner, pengolahan sampah, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi kepada Baznas Provinsi Jawa Tengah atas kontribusi nyatanya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat kecil melalui program bantuan modal usaha.
“Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan harapan baru dan semangat baru untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Karena kita tahu, UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional,” terang Mas Wiwit.
Mas Wiwit juga menyoroti, UMKM memiliki ketahanan yang lebih kuat dibandingkan sektor usaha industri dalam menghadapi krisis. Ia berharap, bantuan ini dapat menjadi titik tolak bagi para mustahik agar naik kelas, dari penerima zakat menjadi pemberi zakat.
Lebih lanjut, Mas Wiwit mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jepara untuk menunaikan zakat, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. (oka/gih)










