KUDUS, Joglo Jateng – Saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Wakil Bupati (Wabup) Kudus, Bellinda Sabrina Birton, menyempatkan diri mendatangi SD Negeri 1 Terban. Di sekolah tersebut, ia mendapati sejumlah siswa masih harus membeli Lembar Kerja Siswa (LKS).
Momen itu bermula ketika belasan murid menyambut kedatangan Wabup di Balai Desa Terban, lalu mengajaknya melihat kondisi sekolah. Setibanya di ruang kelas, Bellinda sempat mengangkat salah satu buku LKS dan menanyakan apakah buku tersebut diperoleh secara gratis. Serentak, para siswa menjawab bahwa mereka membayar Rp125 ribu untuk mendapatkan sembilan LKS berbagai mata pelajaran.
Menanggapi hal itu, Bellinda menekankan, praktik penjualan LKS kepada siswa seharusnya tidak lagi terjadi. “Seharusnya tidak ada pungutan untuk LKS. Anak-anak harusnya menerima secara gratis,” tegasnya.
Menurut pihak sekolah, kata dia, pengadaan LKS dilakukan untuk menunjang pembelajaran. Namun, Bellinda menilai hal itu tidak bisa dijadikan alasan. Ia memastikan ke depan siswa di Kudus tidak lagi dibebani biaya pembelian LKS. “Ini menjadi catatan penting. LKS di Kudus ke depan gratis, tidak boleh ada pungutan,” ujarnya.
Selain soal LKS, Wabup juga meninjau kondisi fisik sekolah. Ia mendapati beberapa ruang kelas sudah rusak dan butuh perbaikan. Bellinda memastikan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi sekolah-sekolah yang tidak layak.
“Data sekolah rusak sudah dikantongi Disdikpora Kudus, dan anggarannya sudah disiapkan. Tahun ini perbaikan segera berjalan,” jelasnya.
Ia optimistis dengan waktu yang tersedia, pekerjaan rehabilitasi bisa rampung sesuai target, sehingga fasilitas belajar siswa menjadi lebih layak dan nyaman. (adm/iza)










