PATI, Joglo Jateng – Seratusan polisi disiagakan untuk mengamankan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Mereka disiagakan untuk menjaga jalannya rapat Panitia Khusus (Pansus).
Seratusan polisi itu berjaga-jaga di sejumlah titik area Gedung DPRD Kabupaten Pati. Mulai dari Gerbang DPRD Kabupaten Pati, Ruang Badan Anggaran yang digunakan untuk rapat Pansus hingga di lorong DPRD Kabupaten Pati.
Kasat Samapta Polresta Pati, AKP Ali Mahmudi menjelaskan, pihaknya menerjunkan sekitar 120 personel untuk menjaga Gedung DPRD Kabupaten Pati. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada sebelumnya yang tak sampai seratus personel.
“Personel di depan sekitar 120 personel. Ini untuk menjaga keamanan agar kondusif. Lebih banyak karena situasi sekarang ini di mana tempat terjadi hal-hal yang tak kondusif,” ucapnya.
Selain menjaga ketat area Gedung DPRD Kabupaten Pati, polisi juga melakukan pembatasan bagi pengunjung yang masuk untuk melihat langsung rapat pansus hak angkat pemakzulan Bupati Pati Sudewo.
“Pansus ini jangan sampai ditunggangi orang-orang yang tak bertanggungjawab. Maka kita ada pembatasan, ada screening, ada pemeriksaan,” ungkapnya.
Penjagaan ketat dan pembatasan ini dilakukan agar peristiwa kericuhan di sejumlah wilayah hingga membakar Gedung DPRD tak terjadi di Kabupaten Pati. Kelompok masyarakat yang diperbolehkan masuk yakni, Aliansi Masyarakat Pati Cinta Damai, Masyarakat Pati Bersatu, solidaritas Sekdes dan media. Per kelompok diperbolehkan masuk sekitar 10 orang.
“Sehubungan kesepakatan dengan Setwan bahwa semuanya kita batasi. Mengingat, situasi yang berkembang saat ini di mana-mana terjadi rusuh massa, kita antisipasi agar Gedung DPRD pada khususnya, Pati umumnya tidak terjadi,” pungkasnya. (lut)










