Kudus  

Screening Ketat hingga Karantina, Begini Cara PB Djarum Tempa Atlet Masa Depan

Audisi Umum PB Djarum 2025 di GOR Jati

‎SOROT: Tampak kedua pelatih dari klub Kudus sedang mengamati potensi pebulutangkis muda yang sedang berlatih, Selasa (9/9/25). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

Teknik, semangat juang, dan karakter kuat para peserta dinilai. Berlian mentah akan terpilih untuk dibina lagi.

SEBANYAK 1.729 pebulutangkis muda dari seluruh Indonesia mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025 di GOR Jati, Kudus. Agenda tahunan ini menjadi langkah dalam memastikan regenerasi atlet bulutangkis Tanah Air tidak terputus.

‎Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto menyebut, audisi kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional. Menurutnya, pembinaan usia dini adalah fondasi untuk menjaga dominasi Indonesia di kancah internasional.

‎“Atlet muda adalah denyut nadi masa depan bulu tangkis. Melalui Audisi Umum, kami membuka peluang bagi anak-anak yang bermimpi menjadi pahlawan olahraga. Dengan dukungan beasiswa dan pembinaan, kami berkomitmen menjaga nyala api kejayaan bulu tangkis Indonesia,” katanya, Selasa (9/9/25).

‎Dia menjelaskan bahwa audisi tahun ini kembali menerapkan dua inovasi, yakni pembagian kelompok usia U-11 hingga U-12 serta tahap screening di awal. Sistem tersebut dinilai efektif untuk menyeleksi bakat murni sekaligus mental bertanding peserta.

‎“Kami mencari berlian mentah, bukan sekadar anak yang bisa menang. DNA juara ada pada teknik, semangat juang, dan karakter kuat. Itu yang kami nilai sejak pertandingan pertama,” tegasnya.

‎Di sektor putra, Koordinator Tim Pencari Bakat, Fung Permadi menyoroti pentingnya aspek fisik dan kecepatan. Ia menyebut timnya memperhatikan detail mulai dari footwork, kecerdasan bermain hingga ketenangan di bawah tekanan.

‎Sementara untuk sektor putri, Yuni Kartika menekankan postur tubuh sebagai faktor utama.

‎“Postur akan mendapat perhatian khusus. Jika bakatnya luar biasa, kami bisa memberi pengecualian. Namun, tinggi badan tetap menjadi pertimbangan penting agar bisa bersaing di level dunia,” jelasnya.

‎Rangkaian seleksi dimulai dengan screening sistem gugur satu game 21 poin. Setelah itu, peserta menjalani tahap turnamen untuk memperebutkan Super Tiket. Pemenang tiket ini akan masuk karantina selama empat minggu mulai 13 September hingga 11 Oktober 2025. (adm/adf)