PURWOREJO, Joglo Jateng – Sejumlah tokoh masyarakat dan warga lintas generasi menggelar diskusi publik, di Kedai Berkah 52 Plaosan, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Purworejo, kemarin. Sejumlah orang dari berbagai generasi hadir dalam diskusi tersebut, untuk membedah persoalan kesehatan, ekonomi, hingga kebudayaan.
Dalam diskusi itu, banyak muncul pertanyaan sejauh mana realisasi janji politik pasangan Bupati Purworejo Yuli Hastuti dan Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi (Yuli-Dion) pada kampanye lalu, bagi masyarakat.
Tokoh Masyarakat Kabupaten Purworejo, Lukas Eko Sukoco menegaskan, bagi masyarakat kelas bawah, program BPJS dan layanan kesehatan gratis merupakan kebutuhan vital.
“Secara nasional, kesehatan gratis adalah hal positif, bisa memantik generasi muda untuk berdiskusi dan mencari solusi. Kita, generasi perantara, punya tanggung jawab ikut mengawal agar janji ini benar-benar sampai ke rakyat kecil,” ujarnya, kemarin.
Namun, ia menyoroti akses kesehatan di Purworejo masih belum jelas. Sosialisasi minim, bahkan banyak warga yang belum mengetahui secara pasti hak mereka. Maka, ia berharap Yuli-Dion lebih serius menyosialisasikan program kesehatan gratis, agar tidak sekadar menjadi janji politik.
“Yuli-Dion itu sosok yang baik, tapi lingkaran di sekitarnya harus memberi masukan dari berbagai sudut pandang. Supaya kebijakan tidak melenceng dari kebutuhan rakyat,” jelasnya.










