KENDAL, Joglo Jateng – Ratusan warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, menyampaikan kekecewaannya langsung kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dalam audiensi di Ruang Abdi Praja, Kamis (25/9/2025).
Mereka menuding kepala desa telah mengkhianati warganya karena berubah haluan, dari yang dulu menjadi tokoh penolak tambang galian C, kini justru dianggap mendukung rencana aktivitas tambang di wilayahnya.
Koordinator Aliansi Peduli Lingkungan Tunggulsari, Ahmad Faris Ahkam, mengungkapkan bahwa sejak 2019 upaya membuka tambang di desanya sudah pernah muncul, namun dihentikan karena penolakan warga.
“Pada 23 Juni 2025 lalu, musyawarah desa khusus menghasilkan keputusan mayoritas warga menolak tambang galian C. Tapi tiba-tiba muncul surat susulan yang menolak hasil musyawarah itu dan justru menyetujui tambang,” tegas Faris.
Menurut Faris, sikap kepala desa inilah yang memicu kemarahan warga.
“Kepala desa dulu adalah pentolan penolak tambang sebelum menjabat, tapi sekarang justru berbalik arah. Karena itu tuntutan kami tidak hanya soal penolakan tambang, tapi juga meminta kepala desa mundur dari jabatannya,” ujarnya.










