Jepara  

Momentun Menjelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, YBM PLN UIK Tanjung Jati B Salurkan Bantuan untuk Musholla Miftahul Ulum di Jepara

Perwakilan YBM PLN UIK Tanjung Jati B (tengah) secara simbolis menyerahkan bantuan berupa pengeras suara (speaker) kepada jajaran pengurus Musholla Miftahul Ulum. (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Menjelang momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIK Tanjung Jati B melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) menyalurkan bantuan untuk pengadaan sarana ibadah di Musholla Miftahul Ulum, Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.

Bantuan ini diberikan untuk mendukung aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan warga setempat, terutama dalam menunjang peralatan pengeras suara yang sudah beberapa bulan rusak. Kondisi tersebut kerap menyulitkan jamaah dalam mengikuti kegiatan bersama seperti shalat berjamaah, pengajian anak-anak, Yasinan rutin, maupun arisan warga yang dilaksanakan setiap minggunya.

Musholla Miftahul Ulum sendiri merupakan pusat kegiatan spiritual sekaligus sosial warga RT 13 RW 02. Sejak lama, musholla ini menjadi tempat belajar mengaji anak-anak setiap ba’da magrib, juga wadah silaturahmi masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian PLN terhadap masyarakat sekitar, sekaligus bagian dari peran BUMN dalam memperkuat nilai kebersamaan yang sejalan dengan semangat Pancasila.

“PLN UIK Tanjung Jati B berkomitmen hadir tidak hanya lewat pasokan listrik andal, tetapi juga melalui aksi nyata sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan ibadah sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga. Momentum menjelang Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Andi.

Melalui program sosial seperti ini, YBM PLN UIK Tanjung Jati B terus menegaskan perannya sebagai BUMN yang tidak hanya fokus pada ketenagalistrikan, tetapi juga peduli terhadap pembangunan sosial, keagamaan, dan kebersamaan masyarakat di wilayah operasionalnya. (hms/rds)