Selain Plt kepala sekolah, Yudhie juga menyoroti persoalan rasio murid, sekolah dan guru di Purworejo. Saat ini terdapat 389 SD negeri dan 43 SMP negeri, dengan jumlah guru sekitar 6.000 lebih.
“Kalau dilihat dari perbandingan jumlah murid dan guru sebenarnya sudah cukup. Namun, ketika berbicara soal jumlah rombongan belajar (rombel), jumlah sekolah dan distribusi guru, kondisinya masih kurang merata,” ujarnya.
Yudhie mencontohkan, beberapa sekolah di wilayah tertentu memiliki jumlah murid yang sangat sedikit, sehingga secara ideal layak digabung (regrouping). Namun, karena faktor geografis dan jarak yang jauh dari sekolah lain, sekolah itu tetap dipertahankan demi menjamin akses pendidikan.
“Konsekuensinya, walaupun murid sedikit, guru yang dibutuhkan tetap harus ada. Inilah yang membuat distribusi guru seolah tidak seimbang,” ucapnya.
Dindikbud Purworejo menegaskan, langkah pemetaan dan pengisian kepala sekolah ini sangat penting untuk mendukung visi Purworejo Berseri (Berdaya Saing, Religius dan Inovatif). Melalui tata kelola pendidikan yang baik, diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berkarakter dan siap bersaing.
“Insyaallah, dalam waktu dekat semua proses akan berjalan. Terpenting, sekarang memastikan data valid dan pemetaan tepat. Karena dari data inilah kita bisa mengambil keputusan yang optimal demi pendidikan yang berkualitas di Purworejo,” pungkasnya. (mrn/sam)










