KUDUS, Joglo Jateng – Batik kini tak hanya dipandang sebagai busana tradisional, tetapi juga mampu tampil modern dan relevan dengan dunia remaja. Hal itu terlihat dalam ajang fashion show bertema batik yang digelar SMK NU Banat, Kamis (2/10/2025) yang diikuti 24 siswi.
Kepala SMK NU Banat, Lilik, menjelaskan, ajang fashion show batik ini menjadi bukti bahwa anak-anak mampu menghadirkan kreativitas yang berpadu dengan pelestarian budaya.
“Batik tidak hanya dikenakan sebagai warisan budaya, tetapi juga bisa dikreasikan agar diminati generasi muda,” ujarnya.
Ketua OSIS SMK NU Banat, Salma Salsabila Naifah, menyebutkan, kegiatan hari batik ini tersebut bertujuan untuk mengembangkan bakat, melatih kepercayaan diri, sekaligus memberi ruang bagi siswi untuk berprestasi.

“Kami ingin batik tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi busana yang bisa digunakan dan dikreasikan generasi muda. Harapannya, batik tetap hidup, berkembang, dan diminati anak muda,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan fashion show, tetapi juga bazar dan kreasi desain batik modifikasi motif parijoto.
“Produk bazar sebagian besar dibuat sendiri oleh siswi SMK NU Banat. Setelah acara fashion dan bazar, kegiatan dilanjutkan dengan manaqib, istighosah, dan kepungan bersama karena bertepatan dengan haul Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani,” terangnya. (iza)










