BUMDes ini berencana menjalin kerja sama dengan Koperasi Merah Putih untuk mendukung rantai pasok bahan pokok dari produsen ke konsumen. Ditujukan masyarakat setempat dan pedagang di wilayah Lantong Tanjung.
“Syarat saya, nanti BUMDes bisa bekerja sama dengan koperasi. Terutama bagian pemasaran. Kita bisa ambil barang dari produsen koperasi dan BUMDes menjadi jalur distribusinya,” katanya.
Selain lumbung pangan, beberapa unit usaha lain juga direncanakan akan dikelola oleh BUMDes. Antara lain Pansimas (penyediaan air bersih), Bimbingan belajar (bimbel), Kolam ikan (pembesaran ikan nila), Pengolahan sampah (masih dalam tahap kajian awal), dan Produksi air kemasan dari sumber air Pansimas
“Kalau proposalnya layak dan prospeknya jelas, kita bisa gelontorkan dana. Tapi kalau tidak ada nilai plusnya, kita akan rapat lagi. Kita harus tahu usaha ini menguntungkan, baik bagi desa maupun masyarakat,” ujarnya.
Meskipun rencana usaha telah digagas, Sumarno mengakui bahwa salah satu kendala besar yang dihadapi BUMDes adalah kurangnya pengurus yang profesional dan berdedikasi penuh.
“Terus terang, mencari pengurus BUMDes yang profesional itu sulit. Kalau mereka punya pekerjaan utama, mereka tidak bisa maksimal. Tapi kalau tidak bekerja, mereka bingung penghasilannya dari mana. Ini tantangan besar bagi kita,” keluhnya. (uma/fat)










