KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Tanjungkarang menggelar rapat bersama jajaran pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Roda Tangkar, Selasa (30/9) malam. Rapat dihadiri pendamping desa lokal, pendamping BUMDes tingkat kabupaten, serta pendamping desa kabupaten.
Agenda utama pertemuan ini adalah membahas teknis dan kelayakan penyertaan modal sebesar 20 persen dari Dana Desa ke BUMDes. Sebagaimana diatur dalam regulasi terkini.
Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno menegaskan, desa siap menyalurkan dana tersebut. Asalkan BUMDes telah mengajukan proposal yang layak dan menjanjikan.
“Pada dasarnya kami selaku pemerintah desa akan ikut serta dalam penyertaan modal. Tapi tetap harus ada pengajuan RAB atau proposal dari BUMDes terlebih dahulu. Proposal itu akan kami pelajari dulu apakah menguntungkan atau tidak,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, disepakati rencana usaha utama BUMDes Tanjungkarang ke depan, yaitu penguatan sektor ketahanan pangan. Usulan utamanya adalah membangun lumbung pangan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus pusat distribusi bahan pokok dan hasil pertanian.
“Bukan membuat kios atau toko, tapi membuat tempat penyimpanan pangan. Semacam gudang yang nantinya juga bisa memasarkan hasil pertanian masyarakat,” paparnya.










