Sementara itu, Adi Widagdo, Analis Kebencanaan Ahli Muda Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa pembentukan Unit LIDI PB adalah bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif di seluruh Jawa Tengah.
“Penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek bantuan, tetapi juga subyek yang aktif dalam penanganan bencana,” katanya.
Adi menjelaskan, keberadaan Unit LIDI PB akan menjadi penghubung antara sukarelawan dengan penyandang disabilitas yang kerap menghadapi kendala komunikasi saat bencana.
“Kami berharap setelah pembentukan ini, segera disusun program kerja hingga akhir tahun agar peran Unit LIDI PB bisa langsung berjalan efektif,” ujarnya.
Dukungan datang dari Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kendal, Imam Sahrozi. Ia menyambut baik pembentukan unit ini dan berharap para penyandang disabilitas bisa mendapatkan pelatihan kesiapsiagaan bencana.
“Selama ini kalau terjadi bencana seperti banjir, kami bertindak spontan saja, meminta bantuan siapa pun yang ada di sekitar. Dengan adanya Unit LIDI PB, kami jadi lebih siap dan tidak panik,” tuturnya. (ags/adf)










