Jepara  

Lomba Masak Ikan Jadi Sarana Kampanye Gemarikan

INOVASI: Lomba Inovasi Masak Ikan Tingkat Kabupaten Jepara 2025 yang digelar Pemkab Jepara bersama Dinas Perikanan dan Tim Penggerak PKK di kawasan Pantai Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kamis (9/10). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng– Upaya meningkatkan minat konsumsi ikan di Jepara terus digencarkan. Salah satunya melalui Lomba Inovasi Masak Ikan Tingkat Kabupaten Jepara 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama Dinas Perikanan dan Tim Penggerak PKK di sebuah resto kawasan Pantai Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kamis (9/10).

Mengusung tema ‘Ragam Menu Masakan Ikan Khas Jepara untuk Cita Rasa Nasional’, lomba ini tak sekadar ajang adu kreativitas. Di balik itu, kegiatan ini juga menjadi kampanye Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) yang ditujukan untuk mendorong kesadaran gizi serta mendukung program pencegahan stunting.

Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM, Sridana Paminto, menyampaikan konsumsi ikan masyarakat Jepara masih tergolong rendah. Tahun 2023, angka konsumsi ikan baru mencapai 38,42 kilogram per kapita per tahun, naik menjadi 39,95 kilogram pada 2024.

“Meski naik, angka ini masih di bawah rata-rata Jawa Tengah yaitu 39,83 kilogram per kapita per tahun, dan jauh tertinggal dari rata-rata nasional yang sudah mencapai 56,48 kilogram,” ujarnya.

Ia berharap, lomba ini mampu menjadi pemicu semangat warga Jepara untuk menjadikan ikan sebagai menu utama sehari-hari. Tak hanya itu, inovasi resep dan olahan ikan yang diciptakan peserta diharapkan dapat disebarluaskan sehingga mudah dipraktikkan oleh masyarakat.

Gelaran tersebut diikuti perwakilan dari 16 kecamatan, masing-masing menurunkan dua orang peserta dengan menu berbahan dasar ikan nila. Lomba menekankan pada inovasi sajian yang sederhana namun tetap bergizi dan bisa diaplikasikan sebagai menu keluarga.

Dalam penilaian akhir, Kecamatan Karimunjawa keluar sebagai juara pertama sekaligus memperoleh predikat tim paling effort. Posisi kedua ditempati Kecamatan Kalinyamatan, sementara Kecamatan Batealit harus puas di urutan ketiga.

Untuk kategori juara harapan, Kecamatan Bangsri menempati peringkat pertama, disusul Kecamatan Jepara dan Kecamatan Donorojo. (oka/gih)