KENDAL, Joglo Jateng – Sekretariat Daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal berhasil meraih predikat AA (Sangat Memuaskan) dalam hasil Audit Pengawasan Kearsipan Internal tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kendal kepada Penjabat Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, di Aula Perpusda Kendal, belum lama ini.
Hasil verifikasi dari Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Provinsi Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan arsip di lingkungan Pemkab Kendal. Selain dua OPD yang meraih nilai tertinggi, terdapat empat perangkat daerah yang memperoleh nilai A (Memuaskan). Yakni Baperlitbang, Disdikbud, BKPP, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.
Adapun Disdukcapil dan BPKAD mendapatkan nilai BB (Sangat Baik). Capaian ini dinilai menjadi bukti komitmen kuat OPD Kendal dalam memperkuat tertib arsip sebagai wujud akuntabilitas pemerintahan.
Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang telah menunjukkan keseriusan dalam menata arsip. Ia menegaskan, arsip bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bukti tanggung jawab dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan.
“Kalau penataan arsip sudah baik ketika data dibutuhkan bisa langsung ditemukan tanpa kebingungan,” terang Agus.
Agus menyampaikan, Pemkab Kendal saat ini memiliki 40 tenaga fungsional kearsipan yang siap mendampingi setiap OPD dalam pengelolaan arsip. Dengan sumber daya tersebut, ia menekankan tidak ada alasan bagi perangkat daerah untuk tidak tertib arsip.
“Petugas siap membantu. Tinggal komitmen dari masing-masing OPD untuk memanfaatkan pendampingan itu,” tegasnya.
Saat ini, lanjutnya, Kabupaten Kendal menempati peringkat ke-9 terbaik se-Jawa Tengah dalam pengelolaan arsip. Ia berharap, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kearsipan di tahun mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinarpus Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, menyampaikan bahwa kunci keberhasilan tertib arsip terletak pada komitmen pimpinan perangkat daerah. “Komitmen pimpinan menjadi pemicu utama. Kalau pimpinan serius, pegawai di bawahnya pasti ikut bergerak,” ujarnya. (ags/adf)










