JEPARA, Joglo Jateng– Puluhan santri dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Jepara menggelar aksi damai menuntut permintaan maaf dari Trans7 atas tayangan program ‘Xpose Uncensored’. Salah satu tayangan program ini dinilai telah merendahkan marwah kiai dan lembaga pesantren.
Aksi berlangsung di depan Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara, Rabu (15/10) sore. Para santri tampak mengenakan pakaian serba putih.
Dalam aksi tersebut hadir Rais Syuriah PCNU Jepara KH Khayatun Nufus Abdullah Hadziq, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, serta jajaran pengurus PCNU Jepara, sambil membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap tayangan yang dianggap mencederai martabat dunia pesantren. Mereka juga menyampaikan dukungan moral terhadap aspirasi para santri.
Koordinator aksi, Ahmad Sahil, membacakan pernyataan sikap resmi dari Aliansi Santri Jepara yang berisi enam tuntutan kepada pihak Trans7.
Dalam pernyataannya, koordinator aksi menyatakan keberatan dan kekecewaan mendalam terhadap tayangan ‘Xpose Uncensored’ yang disiarkan pada 13 Oktober 2025, karena dinilai mencoreng citra pesantren dan ulama serta mengandung penghinaan terhadap pondok pesantren.
“Menuntut kepada Trans7 meminta maaf kepada publik secara terbuka di hadapan media nasional, elektronik maupun cetak atas penayangan Program Expose yang telah merendahkan dan mencemarkan nama baik Pondok Pesantren,” ujar Sahil dalam tuntutan.










