Jepara  

Pemkab Jepara Luncurkan Program J-Farming, Kembangkan Tanam Cabai Modern

SEMANGAT: Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo, dan jajaran saat menanam cabai di sawah Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Rabu (29/10). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Menurut Wike, kualitas tanah di wilayah tersebut cukup baik dengan pH rata-rata 6, ideal untuk pertumbuhan cabai. Secara ekonomi, pengembangan komoditas cabai dinilai strategis karena berpengaruh langsung terhadap inflasi daerah.

“Secara konsep, kami ingin membantu pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi. Karena cabai ini memang salah satu komoditas yang memengaruhi harga di pasar,” ujarnya.

Perumda Aneka Usaha juga telah menyiapkan tiga pasar utama untuk hasil panen, yakni pasar industri melalui kerja sama dengan Indofood dan Batamindo, ritel modern, serta penjualan langsung ke konsumen dan pelaku usaha sambal rumahan.

Dengan luas awal 1,5 hektare dan target perluasan di tahun depan, hasil panen diproyeksikan mencapai 4 ton cabai merah besar per hektare. “Saat ini kami sudah menanam sekitar 14 ribu bibit cabai, bekerja sama dengan kelompok tani, KWT, dan Junior Farming. Semua dilibatkan dalam proses perawatan agar hasil optimal,” ungkapnya.

Selain cabai, program Je.Farming juga menanam komoditas jagung, yang memiliki segmen pasar besar serta cocok dengan luasan lahan kering yang mencapai 75 persen di Kabupaten Jepara.

Ke depannya, lanjut Wike, akan dikembangkan tanaman sayuran untuk mendukung suplai ke sejumlah SPPG di Jepara. Hal ini penting mengingat sebagian besar kebutuhan sayuran di Jepara masih bergantung dari luar daerah. (oka/gih)