Luar Biasa! Berkat Sumur Bor UGM & Alumni, Petani di Loano Kini Bisa Panen 4 Kali Setahun

RESMIKAN: Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti memukul gong sebagai tanda diresmikannya 6 sumur bor hasil kolaborasi antara SPs UGM, Ikatan Alumni SMAN 1 Purworejo (Muda Ganesha) dan Ikatan Alumni SMPN 8 (Ikadela). (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Bupati Purworejo Hj Yuli Hastiti meresmikan enam sumur bor yang dibuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan menyediakan air bersih untuk konsumsi warga. Program itu merupakan hasil kerja sama program Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM, Alumni SMAN 1 Purworejo (Muda Ganesha) dan Ikatan Alumni SMPN 8 Purworejo (Ikadela).

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan cara pemukulan gong, di Balai Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, belum lama ini. Yuli mengapresiasi, pihak-pihak yang telah berkolaborasi dan berperan serta dalam mendukung terwujudnya program ketahanan pangan di Purworejo.

“Penyediaan air bersih dan air untuk pertanian merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital. Ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan, alumni dan masyarakat dalam menjawab tantangan kebutuhan air, terutama di wilayah yang rawan kekeringan. Langkah ini sejalan dengan semangat Pemkab guna memperkuat ketahanan air dan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Yuli, belum lama ini.

Sementara itu, Dekan SPs UGM, Prof Ir Siti Malkhamah menjelaskan, program ini merupakan wujud nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan sumber air untuk pertanian dan air minum. Pada Januari 2025, pihaknya telah meresmikan satu sumur bor di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, yang saat ini sudah mengaliri kurang lebih 5 hektar lahan sawah dan mampu mencukupi tiga kali masa tanam.

“Sebelum adanya program air bersih, masyarakat setempat kesulitan air, terutama pada musim kemarau. Bahkan harus antri di sumber mata air sampai tengah malam, saat ini air bersih mengalir selama 24 jam,” jelasnya.