Kudus  

Jualan Lewat Marketplace, UMKM Perempuan Melangkah ke Pasar Digital

LIVE STREAMING: Para peserta UMKM Perempuan serang praktik live streaming tiktok di Aula Dinsos pada Rabu, (29/10). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Puluhan perempuan pelaku UMKM di Kabupaten Kudus kini mulai naik kelas. Tak hanya mahir membuat produk kerajinan, mereka kini belajar memasarkan hasil karyanya lewat dunia digital.

Melalui pelatihan yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus, para ibu rumah tangga ini diajarkan langsung cara membuka toko online di berbagai platform marketplace. Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan yang dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2025.

Sebanyak 45 peserta dari berbagai kecamatan di Kudus terlibat dalam pelatihan ini. Terdiri dari kelompok kerajinan kain perca serta payet dan aksesori.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno menyebutkan, pelatihan ini sebagai langkah nyata pemerintah daerah untuk menyiapkan perempuan Kudus menghadapi era digital. Pihaknya ingin ibu-ibu pelaku UMKM tidak tertinggal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

SAMBUTAN: Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno memberikan sambutan kepada peserta pelatihan di Aula Dinsos, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Dengan memahami cara berjualan online, produk lokal bisa dikenal lebih luas. Ia menegaskan, kemampuan digital kini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan dasar dalam berusaha.

“Sekarang bukan soal siapa yang paling besar, tapi siapa yang paling cepat beradaptasi. Kami ingin perempuan Kudus menjadi pelaku utama dalam ekonomi digital, bukan sekadar penonton,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Dinsos P3AP2KB Kudus, Yuni Saptorini menjelaskan, peserta tak hanya mendapatkan teori. Tetapi juga praktik langsung membuka toko online.

“Kami menghadirkan dua praktisi marketplace yang membimbing peserta langkah demi langkah. Mulai dari membuat akun, mengunggah foto produk, menulis deskripsi yang menarik, hingga cara melayani pelanggan secara daring,” terangnya.

FOKUS: Peserta pelatihan tampak fokus menyimak materi pelatihan di Aula Dinsos pada Rabu, (29/10). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Menurutnya, banyak peserta yang awalnya canggung menggunakan gawai untuk berjualan kini mulai percaya diri. Beberapa bahkan sudah berhasil memasarkan produk ke luar daerah.

“Antusiasme mereka luar biasa. Ada yang baru pertama kali pegang laptop, tapi semangatnya tinggi untuk belajar. Ini bukti bahwa perempuan bisa adaptif dan tangguh,” imbuhnya.

Salah satu peserta, Siti Khotimah, pengrajin kain perca mengaku awalnya ragu bisa mengikuti pelatihan digital tersebut. Namun, setelah didampingi, ia kini sudah memiliki toko online sendiri di marketplace.

“Dulu saya jualnya dari mulut ke mulut, paling jauh ke tetangga desa. Sekarang sudah ada pembeli dari Semarang dan Surabaya. Saya kaget tapi juga bangga,” ungkapnya. (uma/fat)