Kudus  

‎‎Politik Beretika, Kunci Menuju Indonesia Sejahtera

SAMPAIKAN: Plt Kepala Bakesbangpol Kudus, Andrias saat menyampaikan pesan kepada kalangan pesantren dan madrasah, untuk lebih memahami arti penting pendidikan politik. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎KUDUS, Joglo Jateng – Politik sejatinya bukan sekadar arena perebutan kekuasaan, tetapi instrumen penting dalam mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat. Pesan ini mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kudus, di Aula Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an, akhir pekan lalu.

Plt. Kepala Bakesbangpol Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan mengungkapkan, pendidikan politik adalah bagian penting dalam membangun demokrasi yang berbudaya dan beretika. Ia menilai, politik semestinya menjadi alat untuk mengusahakan kebaikan bersama, bukan sekadar sarana perebutan kekuasaan.

‎‎”Etika politik adalah pedoman moral dalam kehidupan berbangsa. Tanpa etika, demokrasi akan kehilangan arah dan menjauh dari cita-cita kemerdekaan,” ujarnya.

‎‎Ia menambahkan, demokrasi sejati harus menegakkan prinsip hak asasi manusia, supremasi hukum, pemilihan umum yang jujur dan adil, serta kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab. Semua itu, menurutnya, merupakan bagian dari nilai-nilai Demokrasi Pancasila yang berlandaskan moral Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan Sosial.

‎‎Selain menyoroti peran pemerintah, Andrias juga menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam memperkuat demokrasi. Pemuda, adalah agen perubahan yang harus aktif menyuarakan aspirasi, mengawasi jalannya pemerintahan, dan menjadi pelopor pendidikan politik yang cerdas serta beretika di era digital.

‎‎”Pemuda harus hadir sebagai penggerak kesadaran politik, bukan hanya penonton dalam proses demokrasi,” tegasnya.