Kendal  

FPP UNDIP Dampingi Peternak Tingkatkan Produksi Ayam Kampung untuk mendukung SDG’s Goals 1 di Desa Jeruk Giling

KETERANGAN: Tim Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Departemen Peternakan FPP UNDIP saat melakukan pendampingan peternak di Desa Jerukgiling, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (17/11/2025). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro Semarang melakukan pendampingan peternak dalam peningkatan produksi ayam kampung dari aspek nutrisi pakan di  Desa Jerukgiling, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (17/11/2025).

Yahman, salah satu kelompok Gapoktan, mengemukakan ayam kampung selama ini sebagai hewan peliharaan, di mana banyak anggota menginginkan untuk beternak ayam kampung. Peternak rumah tangga biasanya memanfaatkan pakan campuran antara dedak, jagung giling, dan sisa dapur seperti nasi atau sayuran yang tidak terpakai.

Keunggulan ayam kampung yang mampu memanfaatkan pakan seadanya menjadi alasan mengapa usaha ini sangat cocok dijalankan di lingkungan rumah. Namun, kondisi sisa dapur yang bervariasi terkadang mudah basi dapat menyebabkan pakan mudah tengik atau rusak.

Tim Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Departemen Peternakan FPP UNDIP Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si., menyampaikan, ayam kampung dikenal lebih tahan terhadap penyakit dibanding ayam broiler. Karakter adaptif ini membuat pemeliharaan pada skala kecil menjadi lebih mudah, bahkan tanpa teknologi modern. Masyarakat cukup menyiapkan kandang sederhana berbahan bambu atau kayu, memastikan sirkulasi udara baik, serta menyediakan tempat pakan dan minum yang higienis.

“Meski terkesan mudah, pemeliharaan ayam kampung tetap memerlukan ketelatenan, terutama pada fase anakan yang membutuhkan pakan bernutrisi tinggi dan penghangat selama beberapa minggu pertama. Selain sebagai sumber daging, ayam kampung juga berpotensi menjadi sumber telur konsumsi maupun bibit atau DOC (day old chick). Banyak keluarga kini menjadikan ayam kampung sebagai tabungan hidup dapat dijual sewaktu-waktu ketika ada kebutuhan mendesak, terutama pada momen hari raya, ketika permintaan ayam kampung melonjak signifikan,” bebernya.

Ditambahkan lagi oleh Dr. Ir. Mulyono, M.Si. bahwa pakan menjadi tren penting dalam meningkatkan kualitas pakan lokal. Penelitian menunjukkan bahwa mencampurkan berbagai bahan pakan lokal dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ayam dengan lebih baik. Misalnya, campuran jagung, kedelai, dan hijauan dapat memberikan keseimbangan protein, karbohidrat, dan vitamin.

“Ayam kampung yang diberi pakan lokal berbasis dedak padi dan sayuran sisa menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan yang diberi pakan komersial. Hasil ini menunjukkan potensi pakan lokal dalam meningkatkan produktivitas ayam kampong,” jelasnya.

Menurutnya, Desa Jerukgiling, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal memiliki potensi lahan pertanian khususnya jagung dan palawija. Penggunaan jagung seperti tumpi (kulit ari) dapat dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak ayam kampung. Sumber pertanian yang mendukung dan kesadaran masyarakat dapat memotivasi seluruh masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Kegiatan yang dilakukan oleh Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan  Departemen FPP UNDIP  dilaksanakan dalam rangkaian percepatan tujuan  pembangunan nasional berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s). Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat mengakhiri kemiskinan yang masih ada di masyarakat.

Tim Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Departemen Peternakan FPP UNDIP yaitu Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si.,  Prof. Ir. Vitus Dwi Yunianto B. I., M.S., M.Sc., Ph.D., Dr. Ir. Mulyono, M.Si. Dan Dr. Istna mangisah, S.Pt., M.P. (*/gih)