KENDAL, Joglo Jateng – Program pembagian seragam batik gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kendal mendapat dukungan penuh dari legislatif. Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Shodiq, menilai langkah ini sebagai strategi ganda yang efektif: meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada pelajar.
Mahfud menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mulai merealisasikan program ini. Menurutnya, seragam batik bukan hanya sekadar pakaian sekolah, melainkan simbol identitas yang dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya lokal sejak usia dini.
“Program ini sangat baik karena selain membantu orang tua, juga membangun karakter anak sejak dini. Batik bukan sekadar seragam, tetapi bagian dari pendidikan karakter dan pelestarian budaya,” ujar Mahfud Shodiq saat menghadiri penyerahan seragam di SDN Pegulon 12 Kendal.
Penyaluran Bertahap dan Target 2027
Mengingat keterbatasan anggaran daerah, Mahfud menjelaskan bahwa program ini harus dilakukan secara bertahap. Kendati demikian, DPRD Kendal berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan program ini. Pihaknya telah menyetujui alokasi anggaran lanjutan pada tahun 2026 guna memperluas cakupan penerima.
Pada tahap pertama ini, seragam batik gratis didistribusikan kepada sekitar 23.586 siswa SD yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kendal, Kaliwungu, Boja, Sukorejo, dan Weleri. Jumlah ini mencakup sekitar sepertiga dari total populasi siswa SD di Kabupaten Kendal yang mencapai lebih dari 70 ribu anak.
Ketua DPRD berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif ini terus terjaga demi menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat, khususnya dalam sektor pendidikan dan kebudayaan.
Desain Khas Kendal dan Waktu Pemakaian
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peta jalan yang jelas untuk program ini. Ia menargetkan seluruh siswa SD di Kabupaten Kendal sudah menerima seragam batik gratis secara merata pada tahun 2027 mendatang.
Seragam batik yang dibagikan memiliki desain khusus dengan warna dasar merah. Motif yang digunakan sangat kental dengan identitas lokal Kendal, menampilkan ornamen kendi, perahu, padi, ikan, serta logo “Kendal Berdikari”. Rencananya, seragam ini akan menjadi pakaian wajib setiap hari Rabu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, menambahkan rincian teknis mengenai seragam tersebut. Setiap siswa mendapatkan satu stel lengkap. Untuk siswa laki-laki, paket terdiri dari kemeja batik lengan pendek dan celana panjang, sedangkan siswa perempuan mendapatkan blus batik lengan panjang serta rok panjang.(ags/adf)










