PURWOREJO, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo telah menyelesaikan 100%, pekerjaan seluruh rehab ruang kelas, ruang guru serta rehab jamban (toilet) untuk SD dan SMP tahun anggaran (TA) 2025. Kepala Bidang Perizinan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Sigit Supriyanto menerangkan, seluruh pekerjaan telah zesuai dengan perencanaan yang ada.
Dengan selesainya rehab, Sigit berharap agar pihak sekolah bisa memanfaatkan bangunan tersebut, untuk menambah pelayanan kepada siswa. Agar proses belajar mengajar lebih nyaman dan aman.
“Pesan kami kepada sekolah-sekolah yang sudah direhab, untuk menjaga dan melalukan pemeliharaan gedung sekolah yang ada. Dinas juga mengimbau, untuk sekolah-sekolah yang kondisinya ada yang rusak, segera untuk bisa memberikan informasi kepada kami,” imbau Sigit, Minggu (04/01/2026).
Lanjutnya, karena saat ini masuk musim penghujan, maka sekolah harus harus melakukan tindakan preventif, terutama untuk sekolah-sekolah yang ada di daerah rawan bencana longsor dan banjir. Sehingga, sekolah secara dini bisa melalukan tindakan untuk mengantisipasi apabila terjadi longsor atau banjir di wilayah tersebut.
“Untuk sekolah-sekolah rawan longsor ada di sebagian Kecamatan Kaligesing, Bener, Kemiri, Bruno dan Pituruh. Sedangkan daerah rawan banjir ada di sebagian Kecamatan Butuh, Purwodadi, Bagelen, Grabag dan Ngombol,” ungkap Sigit.
Sigit menerangkan, pada tahun 2025, sebanyak 83 sekolah negeri dan swasta direhab, dengan rincian, 83 SD, 6 SMP dan 4 PAUD. Anggaran yang digunakan bersumber dari APBD Kabupaten Purworejo TA 2025.
Tak hanya itu, sekolah-sekolah di kabupaten ini juga mendapat bantuan IFP (Interactive Flat Panel), berupa 800 unit smart board 75 inchi, yang telah diterima langsung oleh masing-masing sekolah. Bantuan IFP tersebut sesuai dengan Inpres Nomor 7 tahun 2025 tentang Digitalisasi Pembelajaran. (mrn).










