Kudus  

Hapus Jalur Makelar, Harga Sewa Lapak Dandangan Kudus 2026 Turun Signifikan

Koordinator Dandangan, Anjas Pramono menunjukkan sistem digitalisasi pendaftaran lapak Dandangan 2026
PERLIHATKAN: Koordinator Dandangan, Anjas Pramono menunjukkan sistem digitalisasi pendaftaran lapak Dandangan 2026, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Panitia Dandangan Kudus 2026 menepis isu kenaikan harga sewa lapak yang sempat beredar di masyarakat. Sebaliknya, panitia memastikan harga sewa tahun ini justru mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Koordinator Dandangan, Anjas Pramono menegaskan, penurunan harga ini merupakan sejarah baru dalam 15 tahun terakhir penyelenggaraan tradisi tersebut. Hal ini tercapai berkat perbaikan tata kelola, utamanya pemangkasan jalur perantara atau makelar.

“Yang perlu kami luruskan ke masyarakat, ini bukan kenaikan harga. Justru kebalikannya, kami mengalami penurunan harga,” tegas Anjas di Kudus.

Pangkas Peran Makelar

Anjas menjelaskan, lonjakan harga pada periode sebelumnya kerap terjadi akibat rantai distribusi lapak yang panjang dan tidak terkontrol. Tahun ini, panitia menerapkan strategi potong kompas dengan menghubungkan panitia langsung ke pedagang atau end user.

“Harapannya benar-benar sampai ke akar rumput. Siapa pedagangnya, siapa yang membutuhkan, langsung ketemu di situ,” ujarnya.

Untuk mendukung transparansi, Panitia Dandangan 2026 menerapkan digitalisasi pendaftaran. Langkah ini dinilai efektif untuk menutup celah permainan harga oleh pihak ketiga.

“Kalau kita tidak menggunakan sistem digital, kita bakal sulit. Digitalisasi yang kami terapkan juga tidak ribet,” imbuhnya.