Kudus  

Pura Group Kudus Optimalkan Teknologi RDF, Bantu Pengolahan Sampah Pemkab

‎‎Direktur HR & GA Pura Group, Agung Subani saat mendampingi Mentri LH dan Bupati Kudus melihat teknologi RDF
‎‎Direktur HR & GA Pura Group, Agung Subani saat mendampingi Mentri LH dan Bupati Kudus melihat teknologi RDF, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pura Group terus memperkuat kontribusinya dalam penanganan persoalan lingkungan dengan mengoptimalkan teknologi RDF Pura Group (Refuse Derived Fuel) di Kabupaten Kudus. Perusahaan berkomitmen mengalokasikan 50 persen kapasitas pengolahan yang dimiliki saat ini untuk membantu menangani sampah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Langkah ini menjadi solusi konkret pengelolaan limbah yang efektif. Sampah yang menumpuk kini diubah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara, yang kemudian disalurkan melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan semen di Indonesia.

Siapkan Lahan Baru, Target Kapasitas Naik Dua Kali Lipat

Direktur HR & GA Pura Group, Agung Subani menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung tata kelola sampah daerah. Tidak hanya jangka pendek, pihaknya telah menyiapkan rencana ekspansi strategis untuk masa depan.

“Dalam jangka pendek, sekitar 50 persen kapasitas RDF yang kami miliki akan kami alokasikan untuk pengolahan sampah milik Pemkab Kudus,” ujarnya.

Untuk pengembangan jangka panjang, Pura Group telah mengeksekusi pembelian lahan di sekitar area pabrik yang ada saat ini. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas anyar dengan target ambisius:

  • Membangun pabrik RDF baru.
  • Meningkatkan kapasitas pengolahan hingga dua kali lipat dari yang ada sekarang.

Olah 25 Ton Sampah Per Hari Tanpa Sisa

Saat ini, fasilitas RDF milik Pura Group telah beroperasi selama kurang lebih enam bulan, mulai dari tahap uji coba hingga operasional penuh. Kapasitas output RDF yang dihasilkan mencapai sekitar 25 ton per hari.

Agung menilai teknologi ini sangat efektif mengurangi volume sampah karena mampu menyerap hampir seluruh jenis limbah. Mekanisme pengolahannya meliputi:

  • Sampah berdimensi besar dipadatkan dalam bentuk bal.
  • Sampah kecil diolah secara curah.

“Praktis yang tersisa hanya kadar air saja. Setelah kadar air berkurang, material RDF dapat langsung dikirim ke pabrik semen mitra,” terangnya.

Dengan metode ini, volume residu sampah yang terbuang ke lingkungan dapat ditekan secara signifikan, menjadikan Kudus lebih bersih dan ramah lingkungan. (adm/fat)