JEPARA, Joglo Jateng – Peringatan Haul ke-16 Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 digelar secara bersamaan di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Selasa (6/1). Acara ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftah Faqih.
Kegiatan yang berlangsung di pusat pemerintahan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan. Haul Gus Dur dan Harlah NU Jepara kali ini difokuskan pada komitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berpihak penuh pada rakyat.
Meneladani Nilai Kebangsaan Gus Dur
Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Khayatun Abdullah Hadziq, menuturkan bahwa penggabungan dua momentum besar ini memiliki makna mendalam. Menurutnya, pemikiran-pemikiran Gus Dur sangat relevan untuk terus diamalkan dalam kehidupan berbangsa.
“Pemikiran Gus Dur harus kita ambil untuk bangsa dan negara ini. Kalau ingin sukses, kita harus bersatu dan selalu melihat kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan,” tutur Kiai Khayatun.
Ia menegaskan, nilai persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial yang diwariskan Gus Dur sejalan dengan khittah perjuangan NU. Sebagai ormas keagamaan terbesar, NU terus berkomitmen menjaga nilai-nilai luhur tersebut sejak didirikan.










