Respons Bupati dan Jeritan Kades
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut. Menurutnya, pemangkasan TKD dirasakan merata mulai dari provinsi, kabupaten, hingga ke level desa.
“Dana Desa yang turun itu bahkan hanya sekitar 30 persen (dari tahun sebelumnya),” kata Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini.
Dampak nyata di lapangan diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Kendal, Suyoto. Ia mencontohkan kondisi di desanya, Margorejo, yang mengalami penurunan pagu anggaran drastis.
- Dana Desa 2025: Sekitar Rp 700 juta.
- Dana Desa 2026: Turun menjadi sekitar Rp 250 juta.
“Kami tetap berkomitmen tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Namun, karena anggaran terbatas, kami harus menerapkan skala prioritas. Pembangunan sarana dan prasarana kemungkinan belum bisa dilanjutkan tahun ini,” keluh Suyoto. (ags/amd)










