Longsor Temanggung Putus Jalan Antardesa, Pemprov Jateng Turun Tangan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekda Jateng Sumarno saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (8/1/2026)
GERAK CEPAT: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekda Jateng Sumarno saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (8/1/2026). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Bencana longsor Temanggung yang terjadi di Kecamatan Gemawang mengakibatkan akses jalan penghubung antardesa terputus total. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah menerjunkan tim asistensi untuk menangani dampak longsoran yang terjadi pada Jumat (2/1) malam tersebut.

Saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (8/1/2026), Luthfi menegaskan bahwa laporan resmi dari Pemkab Temanggung telah diterima. Bencana berskala besar ini menjadi perhatian serius karena melumpuhkan mobilitas warga.

“Bupati sudah melaporkan ke kami dan sudah ada tim asistensi dari provinsi yang turun ke lokasi,” kata Ahmad Luthfi.

Tebing 50 Meter Runtuh, Jalan Darurat Mustahil Dibuat

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Muhamad Chomsul menjelaskan, dimensi longsor tergolong cukup besar. Tebing setinggi 50 meter dengan lebar longsoran 15 meter menggerus badan jalan hingga habis.

Kondisi medan yang ekstrim membuat penanganan darurat berupa pembuatan jalan sementara tidak memungkinkan untuk dilakukan saat ini.

“Longsornya besar dan posisi jalan berada di lereng yang tidak stabil, sehingga tidak memungkinkan dibuat jalan darurat,” jelas Chomsul.

Kondisi jalan di Gemawang Temanggung yang putus total akibat longsor setinggi 50 meter.
Warga menunjukkan lokasi tanah longsor Desa Ngadisepi, Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (6/1/2026). Tebing sungai yang longsor memutus jalur utama antardesa sehingga warga terpaksa menggunakan jalan darurat berlumpur dan berbahaya atau harus memutar yang jaraknya mencapai 10 kilometer. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.

Menurut Chomsul, longsor Temanggung ini dipicu oleh dua faktor utama:

  • Curah hujan tinggi yang mengguyur terus-menerus.
  • Kondisi lereng yang labil.

Dampak Ekonomi dan Pendidikan

Akibat kejadian ini, estimasi kerugian infrastruktur mencapai sekitar Rp 102 juta. Saat ini, proses penetapan status tanggap darurat tengah dibahas untuk membuka akses pembiayaan perbaikan fisik.

Dampak sosial yang dirasakan warga cukup signifikan. Selain menghambat aktivitas ekonomi karena harus memutar jalur lebih jauh, longsor juga mengganggu akses pendidikan. Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) terpaksa harus mendapat pendampingan khusus saat berangkat sekolah demi keselamatan.

Meski akses terputus total, BPBD memastikan tidak ada warga yang harus mengungsi akibat insiden ini. (hfh/amd)