JEPARA, Joglo Jateng – Meringankan beban warga terdampak banjir Jepara, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jepara bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik. Bantuan difokuskan bagi warga Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan yang terdampak cukup parah, Jumat (16/1/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan respons atas kondisi banjir yang merendam permukiman dan lahan pertanian warga akibat curah hujan tinggi sejak Jumat (9/1) pekan lalu. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di Balai Desa Batukali, yang menjadi titik kumpul koordinasi penanganan dampak banjir di wilayah tersebut.
Tanggung Jawab Moral Partai
Ketua LPB DPC PKB Jepara, Agus Widodo beserta jajarannya menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Petinggi (Kepala Desa) Batukali, Sarmani. Agus menegaskan, kehadiran partai di tengah bencana bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab moral.
“Kehadiran kami adalah bentuk solidaritas sosial. Kami berharap musibah banjir yang melanda Desa Batukali ini segera berakhir. Semoga seluruh warga diberikan kesehatan dan bisa kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujar Agus Widodo di sela-sela penyerahan bantuan.
Pihaknya memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan. LPB DPC PKB Jepara juga menyatakan kesiapannya berkoordinasi dengan pemerintah desa jika sewaktu-waktu dibutuhkan bantuan lanjutan.
Apresiasi Pemerintah Desa
Bantuan yang datang disambut baik oleh pemerintah desa setempat. Petinggi Desa Batukali, Sarmani, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran DPC PKB Jepara.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir, terutama untuk kebutuhan mendesak sehari-hari,” ungkap Sarmani.
Layanan Publik Harus Tetap Jalan
Sementara itu, Ketua DPC PKB Jepara, Nuruddin Amin atau akrab disapa Gus Nung, menyoroti pentingnya keberlangsungan layanan publik di tengah situasi darurat. Ia berharap genangan air segera surut agar aktivitas warga tidak lumpuh total.
Gus Nung menekankan dua sektor vital yang tidak boleh berhenti meski bencana melanda:
- Layanan Administrasi Kependudukan: Pemerintah desa harus memastikan warga tetap bisa mengurus dokumen penting.
- Kegiatan Pendidikan: Proses belajar mengajar siswa harus tetap difasilitasi agar tidak tertinggal.
“Kami berharap aktivitas pelayanan pemerintahan tidak terganggu. Selain itu, kegiatan pendidikan juga harus tetap berjalan dengan baik agar para murid tetap bisa belajar tanpa hambatan,” tegas Gus Nung. (oka/rds)










