JEPARA, Joglo Jateng – Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Pemkab Jepara ajukan Rp 100 miliar lebih untuk pemulihan wilayah. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, mengungkapkan rencana tersebut saat ditemui pada Minggu (18/1), di tengah fokus pemerintah memulihkan akses di kawasan pegunungan tersebut.
Usulan anggaran jumbo ini ditujukan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi fisik yang rusak parah. Rencananya, detail teknis pengajuan ini akan dimatangkan dalam rapat koordinasi dinas (Rakodinas) bersama organisasi perangkat daerah terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Senin (19/1).
Prioritas Perbaikan Jalan Utama
Ary Bachtiar menjelaskan, usulan dana tersebut akan diajukan langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari total anggaran, porsi terbesar akan tersedot untuk perbaikan infrastruktur vital yang lumpuh.
“Angka yang kita ajukan di atas Rp 100 miliar. Karena khusus untuk penanganan jalan saja kebutuhannya sekitar Rp 90 miliar,” terang Ary.
Besarnya kebutuhan dana ini mencerminkan tingkat kerusakan infrastruktur jalan menuju dan di dalam kawasan Desa Wisata Tempur yang memang memiliki medan ekstrem.
Siapkan Jalur Alternatif via Sumanding
Selain fokus memperbaiki jalur utama, Pemkab Jepara juga menyiapkan skema cadangan dengan membuka jalur alternatif. Jalur ini disiapkan untuk mengantisipasi jika akses utama kembali terputus akibat bencana susulan.
Rute alternatif yang disiapkan akan menghubungkan Desa Sumanding (Kecamatan Kembang) menuju Dukuh Duplak, Desa Tempur (Kecamatan Keling). Ary menegaskan beberapa poin penting terkait rencana ini:
- Kerja Sama Lahan: Pemkab sudah mengantongi Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perhutani untuk pemanfaatan lahan.
- Waktu Pengerjaan: Pembukaan jalan dilakukan setelah perbaikan jalan utama rampung.
- Tujuan: Memberikan opsi akses bagi masyarakat jika kondisi darurat terjadi.
“Untuk jalan alternatif, kita sudah punya MoU dengan Perhutani. Harapannya, kalau jalur utama kembali terganggu karena longsor, masyarakat masih punya pilihan jalan lain,” jelasnya.
Sementara itu, terkait nasib delapan rumah warga yang rusak akibat longsor, Pemkab Jepara akan segera melakukan koordinasi teknis dengan Pemerintah Kecamatan Keling dan Pemerintah Desa Tempur. (oka/gih)










