JEPARA, Joglo Jateng – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jepara sejak awal Januari 2026 menyisakan hamparan lumpur di area persawahan warga. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mencatat, banjir tersebut menyebabkan 2.807 hektare sawah puso alias gagal panen total.
Kepala DKPP Kabupaten Jepara, Mudhofir mengungkapkan, total lahan pertanian yang sempat terendam air mencapai 3.861 hektare. Namun, setelah dilakukan pendataan pasca surut, ribuan hektare di antaranya tidak bisa diselamatkan karena batang padi membusuk.
Kalinyamatan Jadi Wilayah Terparah
Mudhofir menjelaskan, mayoritas tanaman padi yang rusak masih berusia muda, yakni sekitar empat minggu hingga satu bulan. Kerusakan ini tersebar di beberapa kecamatan sentra padi.
“Ada juga yang sebenarnya sudah panen, belum panen, dan masih berumur sekitar 1 bulan,” terangnya saat ditemui di kantornya, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan data lapangan, Kecamatan Kalinyamatan menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling luas. Berikut rincian sebaran sawah puso di Jepara:
- Kecamatan Kalinyamatan: 742 hektare.
- Kecamatan Pecangaan: 350 hektare.
- Kecamatan Kedung: 286 hektare.
- Kecamatan Keling: 234 hektare.
Sementara sisanya, yakni sekitar 1.054 hektare sawah yang sempat terendam, dinyatakan masih bisa diselamatkan dan melanjutkan masa tumbuh.
Ajukan Bantuan Benih dan Pupuk
Menyikapi kerugian petani, DKPP Jepara bergerak cepat mengajukan permohonan bantuan logistik pertanian ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian. Bantuan yang diajukan berupa benih dan pupuk.
“Bantuan itu hanya untuk petani yang lahannya terdata puso. Jadi sesuai data di lapangan, agar tepat sasaran,” tegas Mudhofir.
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi percepatan tanam ulang (tanam culik) begitu air benar-benar surut. Hal ini mendesak dilakukan agar target swasembada pangan di Bumi Kartini tidak meleset jauh.
“Begitu sawah sudah memungkinkan, kita langsung dorong petani untuk tanam kembali,” imbuhnya.
Sebagai informasi, target luas tanam padi di Jepara pada Musim Tanam Pertama (MT1) tahun 2026 dipatok seluas 10.957 hektare. Hingga Kamis (22/1/2026), realisasi tanam tercatat mencapai 10.589 hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding realisasi MT1 tahun 2025 yang hanya seluas 9.861 hektare. (oka/gih)










