Jepara  

Infrastruktur Pengairan Jepara Rusak Akibat Hujan, 26 Titik Terdampak

Petugas PUPR Jepara melakukan penanganan darurat pada tanggul sungai yang jebol di Kecamatan Keling menggunakan karung sak dan bambu.
DIPERBAIKI: Salah satu kondisi tanggul di Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, yang rusak, Minggu (25/1). (DOK. PUPR/ JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Intensitas hujan yang tinggi selama dua pekan terakhir mengakibatkan infrastruktur pengairan Jepara mengalami kerusakan serius di puluhan titik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara mencatat, kerusakan ini berdampak langsung pada area persawahan warga yang kini terancam kekurangan pasokan air irigasi maupun luapan sungai.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah alat berat mulai diterjunkan ke lokasi terdampak guna melakukan penanganan darurat. Personel gabungan juga tampak bersiaga menutup celah tanggul yang jebol menggunakan tumpukan karung tanah untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.

Puluhan Tanggul dan Bendung Rusak

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Jepara, Teguh Arifianto, memaparkan bahwa hingga saat ini terdapat 20 lokasi tanggul sungai dan saluran irigasi yang dilaporkan jebol. Selain itu, terdapat enam bangunan bendung yang mengalami putus akibat hantaman debit air yang tinggi.

Dari total kerusakan tersebut, lima lokasi masuk dalam kategori rusak parah dan menjadi prioritas penanganan karena dampaknya yang masif bagi petani setempat.

“Ada lima lokasi pengairan yang diprioritaskan karena rusak dan dampaknya langsung ke areal persawahan milik petani,” jelas Teguh melalui pesan tertulis, Minggu (25/1/2026).