JEPARA, Joglo Jateng – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Golkar, Arif Wahyudi, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Minggu (25/1). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian sekaligus empati kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.
Dalam kunjungannya, Arif Wahyudi yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG), juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako dan bahan makanan pokok. Bantuan diserahkan melalui Posko Bencana Desa Tempur untuk kemudian didistribusikan kepada warga terdampak dengan melibatkan relawan serta perangkat desa setempat, agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.
Arif Wahyudi menyampaikan, keprihatinannya atas kondisi Desa Tempur pascabencana. Menurutnya, banjir dan tanah longsor tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak serius terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat. Sejumlah titik jalan utama dilaporkan menjadi rawan dilalui akibat material longsor dan kerusakan badan jalan.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi pasca banjir dan longsor. Beberapa titik jalan utama menuju desa ini menjadi rawan untuk dilewati dan membutuhkan penanganan segera,” terangnya saat meninjau lokasi bencana, belum lama ini.
Ia menjelaskan, selain mengganggu akses transportasi, bencana juga berdampak langsung pada permukiman warga. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor. Bahkan, terdapat satu rumah warga yang hanyut dan rusak berat akibat terjangan banjir disertai longsor.
“Bencana ini berdampak cukup serius. Ada rumah warga yang terdampak longsor, bahkan satu rumah dilaporkan ludes terbawa arus banjir dan longsor,” tambahnya.
Menurutnya, bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat (9/1) lalu sempat menyebabkan akses jalan utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, terputus total. Meski saat ini telah dibuka jalur darurat untuk menunjang mobilitas warga, kondisi jalur tersebut masih tergolong rawan. Sebab, berada di kawasan dengan kontur tanah labil dan berpotensi terjadi banjir maupun longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
Arif Wahyudi menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan serta instansi terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk mendorong percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana. Ia menilai penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan infrastruktur, pemulihan akses jalan, hingga langkah-langkah mitigasi guna meminimalkan risiko bencana lanjutan.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis dapat segera melakukan perbaikan akses jalan secara permanen serta memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor. Dengan demikian, masyarakat Desa Tempur dapat kembali beraktivitas dengan aman dan kondisi kehidupan sosial ekonomi warga dapat segera pulih. (all/amd)










