Jepara  

Banjir Jepara, 2.807 Hektare Sawah Dinyatakan Puso, Kalinyamatan Terparah

amparan sawah milik warga di Batukali, Pecangaan, Jepara yang terendam banjir menyebabkan gagal panen.
KONDISI: Sawah milik warga setempat di Batukali, Kecamatan Pecangaan saat terendam banjir, Selasa (23/1). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Dampak banjir yang melanda wilayah Kabupaten Jepara menyisakan kerugian besar bagi sektor pertanian. Berdasarkan kondisi di lapangan, seperti di area persawahan Desa Batukali, Kecamatan Pecangaan yang sempat terendam banjir, ribuan hektare tanaman padi kini dinyatakan gagal panen atau puso.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara merilis data terbaru per 21 Januari 2026. Dari total luas lahan terdampak banjir mencapai 3.921 hektare, sebanyak 2.807 hektare di antaranya resmi dinyatakan puso.

Sebaran Wilayah Terdampak

Kepala DKPP Jepara, Mudhofir menjelaskan, dari total luasan terdampak, tim verifikator telah mendata 3.861 hektare lahan. Hasilnya, selain 2.807 hektare yang puso, masih ada 1.054 hektare yang bisa diselamatkan.

“Kerusakan hampir merata di seluruh kecamatan,” kata Mudhofir, Rabu (4/2/26).

Berdasarkan data DKPP, kerusakan terparah terjadi di wilayah berikut:

  • Kecamatan Kalinyamatan: 742 hektare
  • Kecamatan Welahan: 653 hektare
  • Kecamatan Pecangaan: 350 hektare
  • Kecamatan Kedung: 286 hektare
  • Kecamatan Keling: 234 hektare

Selain itu, banjir juga merendam lahan di Kecamatan Mayong (147 ha), Donorojo (115 ha), Bangsri (85 ha), Mlonggo (65 ha), Tahunan (39,5 ha), Jepara (33 ha), Kembang (30 ha), Nalumsari (27 ha), serta Batealit (1 ha).