Jepara  

Awas Kencing Tikus! 3 Nyawa Melayang di Jepara, Pemkab Terbitkan SE Darurat

Anak-anak di Desa Welahan Jepara bermain di genangan air banjir yang rawan penularan bakteri leptospirosis.
BERMAIN: Anak-anak warga Desa Welahan saat berada di lingkungan banjir, Senin (13/1). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Ancaman penyakit kencing tikus atau leptospirosis di Kabupaten Jepara kian mengkhawatirkan pasca rentetan bencana banjir dan tanah longsor. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, hingga Sabtu (7/2/26), sebanyak 14 warga positif terjangkit dan tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Lonjakan kasus ini memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bergerak cepat dengan mengeluarkan peringatan kewaspadaan dini. Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ary Bachtiar, secara resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/5 tentang Kewaspadaan Potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis pada Selasa (10/2/26).

Penyebaran Meluas di 8 Kecamatan

Berdasarkan data Dinkes, para pasien yang terinfeksi bakteri Leptospira tersebar di delapan kecamatan. Mulai dari Kecamatan Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Jepara Kota, Kembang, Donorojo, hingga Tahunan. Kasus ini mencuat setelah para korban mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sekda Jepara, Ary Bachtiar menjelaskan, risiko penularan penyakit zoonosis ini meningkat drastis di lingkungan yang kotor, lembap, dan tergenang banjir. Bakteri menular melalui urine hewan terinfeksi, terutama tikus, yang bercampur dengan air atau lumpur.

“Lingkungan yang mendukung penyebaran leptospirosis adalah daerah banjir, persawahan, dan pemukiman dengan populasi tikus yang tinggi,” papar Ary dalam surat edarannya.

Penularan ke manusia bisa terjadi melalui kulit yang terluka, selaput lendir mata, hidung, mulut, atau melalui makanan yang terkontaminasi. Kondisi ini sangat rentan terjadi mengingat curah hujan di Jepara masih tinggi dan beberapa wilayah seperti Desa Tempur, Keling, hingga Welahan sempat dilanda bencana.

Kenali Gejala Khas dan Bahayanya

Dalam SE tersebut, Pemkab meminta masyarakat dan fasilitas kesehatan memperkuat deteksi dini. Ary mewanti-wanti, keterlambatan penanganan medis bisa berakibat fatal.

“Jika tidak segera ditangani dengan antibiotik yang tepat, penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal ginjal maupun kegagalan organ lainnya,” tegasnya.

Berikut adalah gejala klinis leptospirosis yang wajib diwaspadai warga:

  • Demam Tinggi Mendadak: Sering disertai menggigil.
  • Nyeri Otot Hebat: Terutama di bagian betis.
  • Mata Merah: Perubahan warna pada selaput mata.
  • Sakit Kepala & Lemas: Kondisi fisik menurun drastis.

Pemkab Jepara mengimbau masyarakat untuk segera menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membersihkan sisa lumpur banjir, dan menggunakan alas kaki saat beraktivitas di genangan air atau sawah. (oka/gih/rds)