Harmoni Lintas Etnis Sejak Dulu
Senada dengan hal itu, salah satu sesepuh Kampung Pandekluwih, Retna Kusnawati alias Lauw Giok Hwa (78) menceritakan bahwa hubungan harmonis antara warga Tionghoa dan pribumi di wilayahnya sudah terbangun sejak zaman dahulu.
Menurut Retna, potret toleransi di Kampung Pandekluwih terwujud dalam berbagai sendi kehidupan bermasyarakat, di antaranya:
- Perayaan Keagamaan: Saling mengunjungi saat perayaan Idulfitri, Natal, hingga perayaan Imlek.
- Kegiatan Nasional: Kekompakan warga menggelar musyawarah dan acara bersama saat perayaan HUT Kemerdekaan RI (Agustusan).
- Kepedulian Sosial: Tradisi saling menjenguk dan membantu ketika ada tetangga yang jatuh sakit tanpa membedakan etnis.
“Dari dulu di Pandekluwih ini Tionghoa dan pribumi selalu bersatu. Toleransi di sini sudah berjalan sangat baik. Tidak ada perbedaan,” kenangnya.
Retna sangat mendukung pelestarian tradisi bagi-bagi angpao ini karena dinilai efektif untuk menanamkan rasa saling menghargai dan memperkuat kebersamaan pada anak-anak sejak usia dini. (mrn/sam/rds)










