DEMAK, Joglo Jateng– Di balik ramainya angkringan yang tersebar di berbagai daerah, terdapat peran besar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Desa Jetak, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.
Setiap hari, mereka memproduksi berbagai kebutuhan angkringan, seperti nasi kucing, aneka sate, hingga lontong sayur yang kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebagian besar produk tersebut berasal dari Desa Jetak. Desa ini telah lama dikenal sebagai sentra produksi kebutuhan angkringan dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
Potensi ekonomi yang besar tersebut mendorong mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang untuk menghadirkan program pendampingan sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM setempat.
Program pendampingan diawali dengan kunjungan ke rumah-rumah produksi UMKM bersama Paguyuban Angkringan Desa Jetak.
Dari satu tempat usaha ke tempat usaha lainnya, mahasiswa KKN berdialog langsung dengan para pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing produk.
Selain memberikan sosialisasi, mahasiswa juga melakukan pendataan terhadap UMKM yang bersedia mengikuti proses sertifikasi halal.
Selanjutnya, tim KKN mengunjungi lokasi produksi untuk mengamati secara langsung proses pembuatan produk sekaligus mengumpulkan berbagai dokumen dan data yang diperlukan dalam pengajuan sertifikasi.
Data yang telah terkumpul kemudian diinput ke dalam sistem yang dikelola oleh penyelia halal Kecamatan Wedung.
Setelah proses administrasi selesai, tahapan berikutnya adalah kunjungan verifikasi oleh penyelia halal untuk memastikan kesesuaian bahan baku, proses produksi, serta aspek lain yang menjadi syarat dalam penerbitan sertifikat halal.
Melalui proses tersebut, produk-produk UMKM Desa Jetak memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh sertifikasi halal.










