Pati  

PCNU Pati Tolak Takbiran Pakai Sound Horeg, Dinilai Melenceng dari Nilai Islam

Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim sedang memberikan keterangan menolak penggunaan sound horeg saat malam takbiran.
Ketua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, saat memberikan pernyataan terkait imbauan pelaksanaan takbir keliling tanpa penggunaan sound horeg. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati secara tegas menyatakan ketidaksepakatannya terhadap aktivitas takbiran pakai sound horeg. Fenomena parade pengeras suara bervolume raksasa ini belakangan kerap menuai keluhan karena dinilai sangat mengganggu ketenangan lingkungan masyarakat.

Ketua PCNU Pati, Yusuf Hasyim menilai bahwa tren penggunaan audio berlebihan saat takbir keliling justru melenceng jauh dari nilai-nilai ajaran Islam. Menurutnya, perayaan menyambut Idulfitri seharusnya diisi dengan kegiatan yang berpusat pada rasa syukur, bukan ajang pamer yang memicu keresahan.

“Esensi takbir itu mengagungkan asma Allah. Jangan sampai makna takbiran kemudian bergeser menjadi kegiatan yang justru keluar dari nilai-nilai ajaran Islam,” tegasnya.

Potensi Merusak Rumah dan Mudarat

Yusuf Hasyim mengingatkan bahwa dentuman keras dari sound horeg berpotensi besar menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Bahkan, rentetan getaran berintensitas tinggi dari pengeras suara tersebut pernah dilaporkan merusak struktur bangunan rumah milik warga di sejumlah daerah.

“Kalau sound horeg hanya sekadar untuk ramai-ramai atau hura-hura yang malah mengganggu dan menimbulkan madharat, lebih baik dihindari. Takbiran bisa dilakukan dengan suasana syahdu dan khidmat,” paparnya.

Oleh karena itu, PCNU mengimbau agar gema takbir sebaiknya dilaksanakan secara khusyuk di dalam masjid maupun musala bersama para takmir. Apabila masyarakat tetap ingin menggelar tradisi takbir keliling di Pati, kegiatan tersebut diharapkan cukup dilakukan secara terbatas di lingkungan desanya masing-masing.

“Kalau masing-masing di desanya sendiri, saya kira akan lebih tertib dan bisa menjaga kondusifitas,” tambahnya.

Desak Pemda Keluarkan Aturan Resmi

Menjelang malam perayaan Idulfitri tiba, PCNU Pati mendorong pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk segera menerbitkan aturan resmi. Regulasi ini dianggap sangat krusial agar aparat keamanan memiliki landasan hukum yang kuat dalam menindak kegiatan pawai yang meresahkan.

Pihaknya berharap seluruh pemangku kebijakan bisa bersikap proaktif dalam menjaga kesucian malam takbiran dari kegiatan yang tak bermanfaat.

“Kalau memang tidak sesuai aturan, mengganggu atau membahayakan, ya harus tegas. Karena esensi takbiran itu ibadah, bukan untuk hura-hura,” pungkasnya. (lut/rds)